Konsep kiralitas, stereoisomer dan enansiomer
Molekul kiral merupakan molekul yang mempunyai bayangan cermin tidak superimposabel (tidak dapat bertumpukan ). Suatu molekul organik disebut molekul kiral jika terdapat minimal 1 atom C yang mengikat empat gugus yang berlainan. Molekul-molekul kiral memiliki sifat optis, yang artinya suatu molekul kiral memiliki kemampuan untuk memutar bidang cahaya terpolarisasi pada alat yang disebut polarimeter. Perbedaan antara molekul kiral dan akiral adalah bahwa hanya senyawa kiral yang tidak dapat berhimpit.
Pada kiralitas, R enansiomer obat belum tentu berperilaku dengan cara yang sama seperti S-enansiomer dari obat yang sama. Contohnya pada obat ibuprofen, ibu profen merupakan sejenis obat yang tergolong dalam kelompok antiperadangan non-steroid dan digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat artritis.Tetapi yang bekerja sebagai penahan nyeri hanya S- ibuprofen.
Contoh obat yang lainnya adalah obat thalidomide. obat ini memiliki dua enansiomer, dimana enansiomer yang berguna sebagai obat penenang adalah R- thalidomide. Tetapi ibu hamil yang mengonsumsi enansiomer S- thalidomide justru mengalami masalah dengan pertumbuhan anggota janinnya.
mengapa pada kiralitas R-enansiomer obat sifat atau perannya belum tentu sama dengan S-enansiomer?
BalasHapusmengapa pada obat thalidomide enansiomer R- dapat bekerja dengan baik yaitu sebagai penenang, sedangkan pada enansiomer S- memiliki dampak yang negatif pada ibu yang hamil?
BalasHapusbagaimana cara kerja S-enansiomer dan R-enansiomer pada obat ibuprofen?
BalasHapus